Indeks

Program Sekolah Surga Kasih Sayang Dongkrak Peserta Didik Baru, Kadisdik Gorut: Rapor Pendidikan Ikut Meningkat

Rajawalisamudraindonesia.com, Gorontalo Utara – Program Sekolah Surga Kasih Sayang yang digagas Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara mulai menunjukkan dampak nyata terhadap kemajuan dunia pendidikan. Selain mendorong peningkatan jumlah peserta didik baru, program tersebut juga dinilai berkontribusi terhadap membaiknya capaian Rapor Pendidikan Kabupaten Gorontalo Utara tahun 2026.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo Utara, dr. Irwan Abudi Usman, M.Pd, saat menghadiri pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMP Negeri 2 Kwandang yang dibuka langsung oleh Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, Senin (6/7/2026).

Menurut Irwan, MPLS bukan sekadar kegiatan mengenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk menanamkan pendidikan karakter sekaligus menyosialisasikan program-program prioritas Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara di bidang pendidikan.

“Program Sekolah Surga Kasih Sayang telah memberikan dampak positif terhadap meningkatnya kepercayaan masyarakat untuk menyekolahkan anaknya. Ini merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan pendidikan di Gorontalo Utara,” ujar Irwan.

Data Dinas Pendidikan mencatat, hingga 6 Juli 2026 jumlah peserta didik baru pada tahun ajaran 2026/2027 mencapai 23.021 siswa, meningkat 9,79 persen atau bertambah 269 siswa dibandingkan tahun sebelumnya.

Tak hanya itu, capaian Rapor Pendidikan Kabupaten Gorontalo Utara juga mengalami peningkatan dengan nilai mencapai 57,26. Nilai tersebut merupakan hasil evaluasi terhadap seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA hingga SMK, baik di bawah Kementerian Pendidikan maupun Kementerian Agama.

Irwan menjelaskan, salah satu indikator yang mengalami peningkatan signifikan adalah tingginya motivasi orang tua menyekolahkan anak pada lembaga pendidikan yang menekankan pembentukan karakter dan nilai-nilai keagamaan. Persentasenya kini mencapai 36,7 persen.

“Program ini berhasil membangun kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan yang tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membentuk karakter, akhlak, dan nilai-nilai religius peserta didik,” jelasnya.

Di balik meningkatnya minat masyarakat terhadap sekolah, Dinas Pendidikan juga menghadapi tantangan baru berupa melonjaknya jumlah siswa di sejumlah sekolah.

Tercatat 26 satuan pendidikan telah melampaui rasio ideal jumlah peserta didik per rombongan belajar. Sebagai solusi, pemerintah daerah mengambil kebijakan penyesuaian kapasitas kelas, yakni dari 28 menjadi 35 siswa untuk jenjang SD dan dari 32 menjadi 38 siswa untuk jenjang SMP, agar seluruh peserta didik tetap memperoleh layanan pendidikan.

Sementara itu, upaya menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) juga mulai menunjukkan hasil positif. Berdasarkan data sementara, jumlah ATS turun dari 2.983 anak pada 2025 menjadi 2.926 anak pada 2026. Meski demikian, kasus ATS masih didominasi usia SMA, terutama di Kecamatan Gentuma Raya, Kwandang, dan Anggrek.

Karena itu, Dinas Pendidikan terus mendorong peningkatan akses pendidikan menengah, termasuk membuka peluang penambahan satuan pendidikan SMA melalui sinergi dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Irwan optimistis, dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, sekolah, orang tua hingga masyarakat, kualitas pendidikan di Gorontalo Utara akan terus meningkat.

“Program Sekolah Surga Kasih Sayang bukan hanya menjadi ikon pendidikan daerah, tetapi juga menjadi fondasi dalam mencetak generasi Gorontalo Utara yang cerdas, berkarakter, religius, serta siap bersaing di masa depan,” pungkasnya.

Exit mobile version